Tazkirah 3






Nilai DOA

Allah SWT berfirman:

Dan Tuhanmu berfirman "Berdoalah, kepada-Ku,niscaya akan ku-perkenankan bagimu.Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari mnyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (al-mu’min:60)

Doa adalah penghadapan hati dan jiwa hamba kepada Allah, yang merupakan ruh dan inti ibadah. Sedangkan ibadah dan penyembahan kepada Allah merupakan tujuan utama penciptaan manusia.
Al-Quran menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa ibadah adalah tujuan penciptaan manusia: “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”,(al-Dzariyat:57). Ini merupakan poin terpenting dan teragung dalam agama kita. Dan ibadah itu sendiri akan menperkuat hubungan manusia dengan Allah. Kerana itu, dalam ibadah ,kita disyaratkan untuk berniat mendekatkan diri kepada Allah. Sekiranya tidak, ibadah kita tidak absah. Pada dasarnya,ibadah adalah perjalanan dan pergerakan menuju Allah, menghadapkan hati dan jiwa kepada-Nya, mendekatkan diri kepadanya-Nya ,dan mencari keridhaan-Nya.

Doa adalah menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah, dan merupakan realiti dari menjalin hubungan dengan Allah. Tak ada ibadah yang amat mendekatkan manusia kepada Allah melebihi doa.

Saif al-Tammar meriwayatkan bahawa Iman Jaafar al-Shadiq berkata “Berdoalah kalian! Sesungguhnya kalian tidak akan mendapat kedekatan (kepada Allah) seperti dengannya (doa)”.
Semakin besar keperluan manusia kepada Allah, makin parah kefakirannya kepada-Nya. Dan makin manusia merasa sempit dan amat memerlukan Allah, makin kokoh, tegar dan tulus menghadapkan hati dan jiwanya dalam berdoa kepada Allah Swt.

Hubungan antara rasa fakir dan perlu manusia kepada Allah SWT, dengan menghadapkan hati dan jiwa dalam berdoa kepada Allah, adalah niscaya. Perasaan fakir dan perlu itulah yang menjadikan manusia kembali kepada Allah; seorang hamba menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah lantaran merasa perlu kepada-Nya; sebaliknya manusia akan berpaling dari-Nya jika merasa dirinya serba cukup.

Allah berfirman:
“Ketahuilah,sesungguhnya manusia benar-benar melampau batas,(karena) dia melihat dirinya serba cukup”. (al-Alaq:6-7)

Manusia sungguh melampaui batas serta berpaling dari Allah kerana mengira dirinya tidak perlu kepada Allah SWT. Padahal manusia itu fakir dan miskin mutlak. Tak satupun yang dimilikinya kecuali berasal dari kurnia dan pemberian Allah SWT. Ini sebagai mana ditegaskan Allah dalam firman-Nya: “Hai manusia , kamulah yang fakir kepada Allah; dan Allah Dialah yang Mahakaya lagi terpuji”. Namun tatkala manusia melihat dirinya serbacukup, niscaya akan sombong, angkuh, lupa diri, dan berpaling dari-Nya. Namun begitu tertimpa kesulitan, segera saja dia tersedar bahwa dirinya perlu kepada Allah, lalu bergegas kembali dan menghadap kepada-Nya ; berdoa, merendahkan diri, sekaligus memohon bantuan dan pertolonga-Nya.

Allah Swt berfirman :
“Dan apabila mereka ditimpa ombak besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dan memurnikan ketaatan kepada-Nya”.(Luqman:32)

“Maka pabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, tiba-tiba meraka (kembali) mempersekutukan (Allah)”. (al-Ankabut:65)

Jika demikian, Pada hakikatnya doa adalah menghadap dan merendahkan diri kepada Allah. Hamba yang hendak berdoa meniscayakan dirinya menghadap dan merendahkan diri kepada-Nya. Inilah hakikat dan nilai doa. Sayugia mailah kita berbanyak-banyak berdoa dan bermunajat kepada-Nya.

0 comments: